Anak 3 Tahun di Padang Panjang Sumbar, Tewas dipukuli Orang Tua Hanya Karena Ngompol.

Padang Panjang –

Polisi mengamankan seorang pria yang diduga telah tega memukuli anaknya hingga tewas. Si anak yang baru berusia 3 tahun dipukuli dengan keras karena buang air kecil di celana (mengompol).

Kejadian tersebut terjadi di Rao-rao, Kelurahan Koto Panjang, Kecamatan Padang Panjang Timur, Sumatera Barat, pada Jumat (23/7) sore berdasarkan informasi Kasat Reskrim Polres Padang Panjang, Iptu Ferlyanto Pratama mengatakan

“Tersangka sudah kita amankan, sesuai dengan laporan yang masuk kepada kita kemarin sore,” jelas Kasat Ferly saat dimintai konfirmasi detikcom, Sabtu (24/7/2021).

Tersangka yang diamankan tersebut bernama Irwan Sugianto alias Cawai. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai sopir tersebut memukuli anaknya berkali-kali hingga membentur dinding.

“Dalam pengakuan sementara, tersangka memukuli anaknya tiga kali di bagian punggung. Saat dipukuli, muka anaknya langsung membentur dinding,” kata Ferly.

Selanjutnya, berlangsungnya peristiwa kekerasan berujung tewasnya anak:

Ia menceritakan peristiwa tersebut terjadi pukul 15.30 WIB. Istri pelaku yang sedang bekerja di luar rumah, sedangkan Ayah sedang berada dirumah bersama anaknya yang berusia 3 tahun tersebut. Si ayah yang sedang tidur, tiba-tiba terbangunkan oleh tangisan anaknya yang berusia 3 tahun itu.

“Anaknya menangis. Lalu saat ditanyakan kenapa menangis dan dijawab buang air kecil, tersangka langsung marah dan memukulinya pada bagian punggung sebanyak tiga kali. Korban langsung terbentur ke arah dinding. Setelah terbentur, lalu terjatuh ke lantai dan tak sadarkan diri,” katanya

Melihat anaknya tak sadarkan diri, tersangka kemudian menemui kakak iparnya bernama Yosi untuk menyerahkan si anak, yang ada di luar rumah. Istri tersangka, yang segera pulang ke rumah beberapa saat kemudian dan segera membawa korban ke Rumah Sakit Ibnu Sina, Padang Panjang. Namun sayangnya, nyawa anaknya tidak dapat ditolong. Korban dinyatakan meninggal dunia Sabtu dini hari.

Tersangka kini meringkuk di sel tahanan Polres Padang Panjang. Ia dijerat dengan pasal berlapis tentang perlindungan anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80 ayat (1) juncto Pasal 76 c Undang-Undang RI No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun penjara dan/atau denda paling banyak Rp 3 miliar. Hukumannya juga bisa bertambah dengan pidana sepertiga dari ketentuan karena berstatus sebagai orang tua.

__Terbit pada
Juli 29, 2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *