Resmi Membuka Fornas PA ke-VI, Nahar Soroti Meningkatnya Kasus Eksploitasi dan TPPO Anak

News.lpai.id | Jakarta

Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) menggelar Forum Nasional Perlindungan Anak (Fornas PA) ke-VI 2021. Fornas PA ke-VI berlangsung selama 3 hari di Ballroom Carano 2 dan 3, lantai 3, Hotel Balairung, jalan Matraman Raya No.19, Rt. 1/Rw.1, Palmeriam, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, Selasa (26-28/10/2021) malam.

Sekretaris Jenderal LPAI, Henny Adi Hermanoe saat memandu pembukaan Fornas PA ke-VI, Selasa (26/10/2021) malam.

Henny Adi Hermanoe yang akrab disapa Kak Henny selaku Sekretaris Jenderal (Sekjen) LPAI yang juga sebagai Ketua Panitia Fornas PA ke-VI, pada kesempatan ini berperan sebagai pemandu acara.

Ketua Tim Pengarah Fornas PA ke-VI, Samsul Ridwan saat menyampaikan laporan kegiatan, Selasa (26/10/2021).

Diawali dengan menyanyikan lagu Kebangsaaan Indonesia Raya yang dipimpin Ketua LPA Riau, Kak Esther Yuliani. Kemudian laporan dari Ketua Tim Pengarah Fornas PA ke-VI, Samsul Ridwan. Kak Zulkifli dari LPA Aceh membuka Fornas PA ke-VI hari pertama dengan Do’a.

Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi yang sering disapa Kak Seto sahabat si Komo dalam sambutannya memaparkan sedikit sejarah lahirnya LPAI hingga terbentuknya Forum Nasional Perlindungan Anak (Fornas PA).

Ketua Umum LPAI, Kak Seto saat memberikan sambutan pembukaan acara Fornas PA ke-VI 2021.

“Lembaga Perlindungan Anak (LPA) awal mulanya dikenal dengan sebutan Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak/Komnas PA). Suka dan duka dilalui bersama saat itu. Berawal dari Gerakan Nasional Perlindungan Anak (GNPA) yang dicanangkan Presiden RI pada 23 Juli 1997, bertepatan pada puncak Hari Anak Nasional (HAN) dengan Surat Keputusan (SK) Menteri Sosial RI No. 63/HUK/1997 tentang penggunaan Logo Perlindungan Anak,” jelas Kak Seto dalam sambutanya di hari pertama Fornas PA ke-VI, Selasa (26/10/2021) malam.

Menteri Pemberdaya Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA) Republik Indonesia, I Gusti Ayu Bintang Darmawati yang di wakili oleh Deputi Perlindungan Anak Indonesia Kemen PPPA, Nahar membuka secara resmi acara Fornas ke-VI LPAI.

Sebagai delegasi dari Menteri PPPA, dalam sambutannya, Nahar memaparkan beberapa poin yang harus disampaikan dalam Fornas kali ini. Pascanya, jumlah kasus kekerasan terhadap anak mengalami penurunan setiap tahunnya, kecuali kasus eksploitasi anak dan TPPO yang masih mengalami peningkatan.

Deputi Perlindungan Anak Kemen PPPA, Nahar saat memaparkan poin-poin terkait Penguatan Sistem dan Struktur Lembaga Perlindungan Anak Indonesia sekaligus membuka secara resmi Fornas PA ke-VI 2021.

“Forum Nasional Perlindungan Anak kali ini yang mengusung tema ‘Penguatan Sistem dan Struktur Lembaga Perlindungan Anak Indonesia’ sangat tepat dengan beberapa poin yang harus saya sampaikan, karena merupakan pesan dari Ibu Menteri untuk memberikan data secara akurat dan transparansi kepada setiap masyarakat, khususnya para penggiat anak. Bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, jumlah kasus kekerasan pada anak mengalami penurunan, kecuali kasus eksploitasi anak mengalami peningkatan sekitar 24% dan TPPO meningkat sekitar 20,18% dari tahun 2020,” jelas Deputi Perlindungan Anak Kemen PPPA.

Nahar menambahkan, untuk menangani masalah anak memang membutuhkan pantauan dari berbagai pihak.

“Anak yang merupakan generasi penerus bangsa, tentunya harus selalu dilindungi hak-hak dan keselamatannya. Pemerintah tidak bisa melakukan sendiri, butuh bantuan dari seluruh elemen masyarakat. Untuk itu, pemerintah melalui Kemen PPPA selalu berkoordinasi lintas sektor dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Lembaga swadaya masyarakat yang peduli terhadap anak dan Kepolisian,” harapnya. (red/lpai)

__Terbit pada
Oktober 26, 2021

Penulis: Michael

I Can See U But U Can't See Me

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *